Tafsir Surah An Nisaa 77

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah An-Nisaa' 77


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّواْ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka [317] : "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat !" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata : "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami ? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi ?" Katakanlah : "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun [318].

[317] Orang-orang yang menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.

Ayat ini menggambarkan tentang keadaan orang-orang pada masa Jahiliah. Mereka suka berperang meskipun karena sebab yang sekecil-kecilnya. Setelah mereka masuk Islam, mereka diperintahkan supaya menghentikan perang dan mereka diperintahkan salat dan membayar zakat. Sebagian dari mereka mengharap-harap adanya perintah perang karena kepentingan duniawi sebagaimana kebiasaan mereka pada masa Jahiliah. Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada sebagian kaum Muslimin yang enggan berperang supaya mereka bersikap tenang dan menahan diri untuk mengadakan peperangan terhadap orang kafir dan mereka hanya diperintahkan melakukan salat dan membayar zakat Akan tetapi pada waktu mereka diperintahkan berperang ternyata sebagian dari mereka tidak bersemangat untuk berperang karena takut kepada musuh, padahal semestinya mereka hanya takut kepada Allah. Malahan mereka berkata: "Mengapa kami diwajibkan berperang pada waktu ini, biarkanlah kami mati sebagaimana biasa". Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya supaya mengatakan kepada sebahagian kaum Muslimin bahwa sikap mereka itu adalah sikap seorang pengecut. karena takut mati dan cinta kepada harta dunia, sedangkan kelezatan dunia itu hanya sedikit sekali dibandingkan dengan kelezatan akhirat yang abadi dan tidak terbatas, yang hanya akan didapat oleh orang-orang yang bertakwa kepada Allah yaitu orang yang bersih dari syirik dan akhlak yang rendah.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah tidak akan menganiaya dan merugikan manusia. Masing-masing akan mendapat balasan sesuai dengan amal perbuatannya, walaupun sebesar zarah.

Asbabun Nuzul Indonesia Depag Surah An-Nisaa' 77

Nasai dan Hakim mengetengahkan dari Ibnu Abbas bahwa Abdurrahman bin Auf serta beberapa orang kawannya datang menemui Nabi saw. lalu kata mereka, "Wahai Nabi Allah! Dahulu ketika masih musyrik kita ini orang-orang yang kuat, tetapi setelah beriman, kita menjadi orang-orang yang lemah." Jawab Nabi saw., "Saya disuruh untuk memaafkan kesalahan mereka, maka janganlah kalian perangi orang-orang itu!" Maka tatkala mereka disuruh pindah oleh Allah ke Madinah, mereka disuruh-Nya berperang, tetapi mereka tidak bersedia. Maka Allah pun menurunkan, "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, 'Tahanlah tanganmu...' sampai akhir ayat." (Q.S. An-Nisa 77)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.