Tafsir Surah An Nisaa 104

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah An-Nisaa' 104


وَلاَ تَهِنُواْ فِي ابْتِغَاء الْقَوْمِ إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ وَكَانَ اللّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Kemudian Allah menerangkan bahwa sesudah selesai pasukan Islam menunaikan ibadah salat, haruslah dia siap kembali menghadapi musuh. Jangan ada sedikitpun rasa gentar dalam mengepung musuh. Dalam peperangan jika tidak menyerang pasti diserang. Pada ayat ini sebenarnya ada perintah untuk menyerang musuh, karena semangat tempur si penyerang lebih tinggi dari pada yang diserang. Karenanya Allah memerintahkan supaya pasukan Islam berada di pihak yang menyerang. Kesudahan suatu peperangan ialah penderitaan, dan penderitaan bukan saja bagi si penyerang bahkan juga bagi yang diserang.

Firman Allah SWT:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ 

Artinya:
"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa"
(Q.S. Ali Imran: 140)

Jika musuh yang diserang sabar menahan derita, mengapa si penyerang tidak sabar? Pasukan Islam patut lebih sabar dan lebih tabah dari orang kafir karena mereka mempunyai harapan dari Allah SWT yang tidak dipunyai oleh orang kafir. Allah menjanjikan kepada mujahid Islam sekurang-kurangnya memperoleh satu dari dua keberuntungan. Yaitu mereka memperoleh kemenangan dalam pertempuran atau surga bagi yang syahid. Janji Allah ini mendorong setiap pejuang Islam yang penuh dadanya dengan iman untuk berjuang lebih gigih, lebih sabar dan lebih berani. Allah Maha Mengetahui segala apa yang bermanfaat bagi agama dan bagi kaum Muslim in. Dia tidak akan memikulkan beban di luar kesanggupan mereka, karena Dia Maha Bijaksana sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan Nya yang maha luas, maka keuntungan pasti di pihak yang benar dan kehancuran pasti di pihak yang batal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.