Tafsir Surah Al-Anfal 41

💬 : 2 komentar

Tafsir Indonesia Depag Surah Al Anfaal 41


وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا غَنِمْتُم مِّن شَيْءٍ فَأَنَّ لِلّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِن كُنتُمْ آمَنتُمْ بِاللّهِ وَمَا أَنزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang [613], maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil [614], jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa [615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan [616], yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[613] Yang dimaksud dengan rampasan perang (ghanimah) adalah harta yang diperoleh dari orang-orang kafir dengan melalui pertempuran, sedang yang diperoleh tidak dengan pertempuran dinama fa'i. Pembagian dalam ayat ini berhubungan dengan ghanimah saja. Fa'i dibahas dalam surat al-Hasyr. [614] Maksudnya: seperlima dari ghanimah itu dibagikan kepada: a. Allah dan RasulNya. b. Kerabat Rasul (Banu Hasyim dan Muthalib). c. Anak Yatim. d. Fakir miskin. e. Ibnussabil. Sedang empat-perlima dari ghanimah itu dibagikan kepada yang ikut bertempur. [615] Yang dimaksud dengan apa ialah: ayat-ayat Al-Qur'an, malaikat dan pertolongan. [616] Furqaan ialah: pemisah antara yang hak dan yang batil. Yang dimaksud dengan hari Al Furqaan ialah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peprangan Badar, pada hari Jum'at 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Qur'anul Kariem pada malam 17 Ramadhan.

Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan cara pembagian barang rampasan itu sesuai dengan syariat Islam. Jumhur ulama berpendapat bahwa ayat ini diturunkan pada perang Badar dan permulaan pembagian harta rampasan adalah sesudah perang Badar. Allah swt. menjelaskan, bahwa semua ganimah yang diperoleh kaum Muslimin dari orang-orang kafir dalam peperangan, maka pertama-tama harus diambil seperlimanya untuk Allah dan Rasul, yaitu untuk soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan, seperti kemaslahatan agama dalam berdakwah, mendirikan syiar-syiar agama, untuk memelihara Kakbah, membuat kelambunya dan sebagainya dan untuk keperluan Rasulullah saw. dan rumah tangganya selama satu tahun. Kemudian harus diberikan pula kepada kerabat-kerabatnya. Dalam hal ini yang diberi bagian dari kerabat Rasulullah saw. itu hanya Bani Hasyim dan Bani Muttalib dan tidak kepada Bani Syam dan Bani Naufal. Kemudian diberikan pula kepada kaum Muslimin yang memerlukan bantuan seperti anak-anak yatim, fakir miskin dan ibnussabil.

Yang empat perlima lagi dibagikan kepada tentara yang ikut berperang. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Mut'im bin Jubair dari Bani Naufal, dia berkata: "Saya dengan Usman bin Affan dari kabilah Bani Abdisysyam bersama-sama datang kepada Rasulullah saw., lalu kami bertanya kepada beliau: "Wahai Rasulullah, engkau telah memberi ganimah kepada kabilah Bani Muttalib dan membiarkan kami tidak dapat bagian, padahal kami dengan mereka sederajat?" Rasulullah saw. menjawab: "Sesungguhnya kabilah Bani Muttalib dan Bani Hasyim merupakan satu kesatuan." Jawaban Rasulullah ini adalah sebagai sindiran kepada Bani Syam dan Bani Naufal, bahwa mereka tidak dapat dipersamakan dengan Bani Muttalib dan Bani Hasyim yang selalu berjuang mendampingi Rasulullah saw. dan tidak pernah memusuhinya. Mujahid, seorang ahli tafsir, mengatakan bahwa Allah mengetahui di antara kabilah Bani Hasyim dan Bani Muttalib banyak yang miskin. Karena itu mereka diberi bagian dari ganimah, sebab mereka tidak boleh menerima zakat.

Perbedaan ini jika akan diselidiki sebab-sebabnya harus dikembalikan kepada sejarah, yaitu ketika orang Quraisy menulis sebuah risalah yang menentukan sikap mereka terhadap Nabi Muhammad saw. untuk memboikot sahabat-sahabat Nabi. Maka orang Quraisy mengusir Bani Hasyim dari Mekah yang menempatkan mereka di syi'ib (lembah) Bani Hasyim, karena mereka selalu melindungi Nabi Muhammad saw. Kemudian datang pula kabilah Bani Muttalib bergabung dengan mereka, sedang kabilah Abdisysyams dan Bani Naufal tetap berada di luar tidak ikut diboikot oleh orang-orang Quraisy. Abu Sufyan dari keturunan Bani Umaiyah sering pula memerangi Nabi Muhammad saw. bersama-sama kaum musyrikin dan orang Yahudi sampai negeri Mekah dikuasai oleh Nabi Muhammad saw. dan baru ketika itulah Abu Sufyan masuk Islam.

Adapun hikmah dari pembagian ganimah itu untuk Allah dan Rasul ialah karena pemerintahan Islam dalam mengurus umatnya perlu mempunyai perbendaharaan untuk dipergunakan bagi kemaslahatan umum, untuk menegakkan syiar-syiar agama dan untuk pertahanan. Semuanya itu diambil dari seperlima untuk Allah. Kemudian untuk kepentingan kepala negara diberikan bagian Rasulullah dan rumah tangganya. Kemudian diberi pula karib-kerabatnya yang berdekatan dengan beliau, yaitu Bani Hasyim dan Bani Muttalib sebagai penghargaan atas bantuannya untuk perjuangan Nabi. Kemudian juga kepada orang-orang yang memerlukan bantuan, yaitu di antara umat Islam yang lemah ekonominya. Cara pembagian ini senantiasa dipraktekkan di sebagian besar negara-negara Islam walaupun ada sedikit perbedaan dalam praktek menghadapi keperluan masyarakat dan rakyatnya. Cara pembagian itu wajib dilaksanakan jika kaum Muslimin sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan-Nya, kemenangan bagi kaum muslimin dengan bantuan berupa malaikat.

Hari perang Badar ini diberi nama "Hari Furqan" (hari bertemu dua pasukan), yaitu pasukan Nabi Muhammad saw. bertemu dengan pasukan Quraisy di bawah pimpinan Abu Jahal dan kawan-kawannya. Hari Furqan itu ialah hari yang memisahkan antara keimanan dan kekafiran, dan perang Badar itu adalah kemenangan yang pertama bagi kaum Muslimin terhadap kaum musyrikin walaupun jumlah mereka tiga kali lipat banyaknya dari kaum Muslimin. Allah swt. Maha Kuasa atas segala sesuatu, Kuasa memberi kemenangan kepada kaum Muslimin sesuai dengan janjinya.

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum min, afwan sebelumnya, ini ada pdfnya ngga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam.

      Mohon maaf, belum ada. InsyaAllah dikemudian hari akan kita buat format PDFnya.

      Hapus

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.