Tafsir Surah Al An'am 110

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah Al An'am 110


وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُواْ بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quraan) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

Sesudah itu Allah swt. memberikan penjelasan kepada kaum Muslimin bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Allah swt. kuasa untuk memalingkan hati dan penglihatan orang-orang musyrik; maka sebagaimana mereka tidak beriman sebelum mereka meminta mukjizat itu, begitu jugalah mereka tidak mau beriman sesudah datangnya mukjizat, karena hati mereka telah dipalingkan dari kebenaran.

Allah swt. berfirman:

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ(14)لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَ

Artinya:
Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir".
(Q.S Al Hijr: 14-15)

Pada akhir ayat ini Allah swt. menegaskan bahwa Allah akan membiarkan mereka memperturutkan hati mereka bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan. Hati mereka diliputi oleh kebingungan dan keragu-raguan terhadap ayat-ayat yang mereka dengar. Mereka tidak dapat membedakan antara kebenaran dan tipuan. Mereka dibiarkan dalam kegelapan dan kesesatan yang nyata!

Asbabun Nuzul Depag Surah Al An'am 110


Ibnu Jarir mengetengahkan melalui Muhammad bin Ka'ab Al-Qurazhi yang telah mengatakan, "Rasulullah saw. pernah berbicara kepada orang-orang Quraisy, kemudian orang-orang Quraisy menjawab, 'Hai Muhammad! Engkau telah bercerita kepada kami, bahwa Musa itu memiliki tongkat yang dapat menghancurkan batu (jika dipukulkan), dan Isa itu dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, dan kaum Tsamud (Nabi Saleh) itu mempunyai unta, maka datangkanlah kepada kami ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) sehingga kami dapat mempercayaimu?" Rasulullah saw. menjawab, "Mukjizat apakah yang kamu sukai agar aku mendatangkannya kepada kamu?" Mereka menjawab, "Engkau harus menjadikan gunung Safa menjadi emas demi kami semua." Rasulullah saw., berkata, "Jika aku dapat membuktikannya apakah kamu mau percaya kepadaku." Mereka menjawab, "Ya, demi Allah." Kemudian Rasulullah saw. berdiri dan berdoa, lalu datanglah malaikat Jibril yang langsung berkata, "Apabila engkau menghendakinya pastilah gunung Safa itu menjadi emas. Akan tetapi apabila sesudah itu mereka masih juga tidak mau beriman, niscaya aku mengazab mereka. Dan jika engkau menghendaki (kebaikan) maka biarkanlah mereka sehingga bertobat orang-orang yang mau bertobat dari kalangan mereka." Setelah itu lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan..." sampai dengan firman-Nya, "...tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Q.S. Al-An'am 109-111).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.