Al Baqarah 260

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia DEPAG Surah Al-Baqarah 260


Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata:` Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati. `Allah berfirman:` Apakah kamu belum percaya? `Ibrahim menjawab:` Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya. `Allah berfirman:` (Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung-burung itu kepadamu, kemudian letakkanlah tiap-tiap seekor daripadanya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepada kamu dengan segera. `Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 2:260)

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Ayat ini menambahkan suatu perumpamaan lain tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali suatu makhluk yang telah mati. Kalau pada ayat 258 dikemukakan peristiwa dialog antara Nabi Ibrahim dan raja Namruz, maka pada ayat ini diceritakan dialog antara Nabi Ibrahim dan Tuhannya. Dengan penuh rasa kerendahan dan kehambaan kepada Allah, Ibrahim a.s. mengajukan permohonan kepada-Nya agar Dia bermurah hati untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Allah swt. menghidupkan makhluk yang telah mati.

Jika diperhatikan hanya sepintas lalu, maka permohonan Nabi Ibrahim ini memberikan kesan, bahwa ia sendiri seolah-olah masih mempunyai keragu-raguan tentang kekuasaan Allah menghidupkan kembali orang yang telah mati. Sebab itu Allah berfirman kepadanya: "Apakah engkau masih belum percaya bahwa Aku dapat menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati?" Akan tetapi yang dimaksudkan dalam ayat ini bukanlah demikian, sebab Nabi Ibrahim sama sekali tidak mempunyai keraguan tentang kekuasaan Allah. Beliau mengajukan permohonan itu kepada Allah swt. bukan karena keragu-raguan melainkan karena ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Maka Ibrahim menjawab: "Aku sedikit pun tidak meragukan kekuasaan Allah, akan tetapi aku mengajukan permohonan itu adalah untuk sampai kepada derajat "`ainulyaqin", yaitu keyakinan yang diperoleh setelah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, sehingga hatiku menjadi lebih tenteram, dan keyakinanku menjadi lebih kuat dan kokoh."

Allah mengabulkan permohonan itu, lalu diperintahkan-Nya agar Ibrahim a.s. mengambil empat ekor burung kemudian menjinakkannya sehingga mereka akan datang kepadanya bila dipanggil. Kemudian Allah swt. menyuruh Ibrahim a.s. untuk meletakkan masing-masing burung itu di atas bukit tertentu yang berjauhan letaknya satu dengan yang lain.

Sesudah itu Ibrahim as. diperintankan-Nya untuk memanggil burung-burung tersebut. Dengan suatu panggilan saja, burung burung akan datang kepadanya patuh dan taat. Demikian pulalah halnya umat manusia di hari akhirat nanti. Apabila Allah swt. memanggil mereka dengan suatu panggilan saja, maka bangkitlah makhluk itu dan datang kepadanya serentak, dengan taat dan patuh kepada-Nya.

Pendapat lain mengatakan bahwa Ibrahim diperintahkan Allah untuk memotong-motong tubuh burung-burung itu, kemudian meletakkan bagian-bagian tubuh burung tersebut pada bukit yang saling berjauhan letaknya. Akhirnya Ibrahim diperintahkan untuk memanggil burung-burung yang telah dipotong-potong sedemikian rupa, namun ternyata burung-burung itu datang kepadanya dalam keadaan utuh seperti semula. Tentu saja Allah mengembalikan burung-burung itu lebih dahulu kepada keadaan semula, sehingga dapat datang memenuhi panggilan Ibrahim a.s. Dengan ini dapatlah dipenuhi permohonan Ibrahim a.s. kepada Allah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana Allah menghidupkan kembali makhluk yang telah mati, sehingga hatinya merasa tenteram dan keyakinannya semakin kokoh.

Pada akhir ayat ini Allah swt. memperingatkan kepada Ibrahim dan kepada manusia semuanya, agar mereka meyakini benar-benar, bahwa Allah sungguh Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Artinya kuasa dalam segala hal, termasuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati dan Ia Maha Bijaksana terutama dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada hamba-Nya, menuju jalan yang lurus dan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.