Al Baqarah 258

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia DEPAG Surah Al-Baqarah 258

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: 'Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan', orang itu berkata: 'Saya dapat menghidupkan dan mematikan'. Ibrahim berkata: 'Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat', lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. 2:258)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Pada ayat ini dicontohkan keadaan dan sifat-sifat keangkuhan raja Namruz dari Babilonia, berhadapan dengan Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah. Raja Namruz telah dikaruniai Allah kekuasaan dan kerajaan yang besar, tetapi ia tidak bersyukur atas nikmat tersebut bahkan nikmat itu menjadikannya seorang yang ingkar dan zalim. Rahmat Allah yang seharusnya digunakannya untuk menaati Allah, digunakannya untuk mendurhakai-Nya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridai-Nya.

Namruz yang telah mengambil setan sebagai pemimpin dan pelindungnya itu dengan sikap congkak telah berkata menentang Nabi Ibrahim: "Siapakah Tuhanmu yang kamu serukan supaya kami beriman kepadanya?" Ibrahim menjawab: "Tuhanku adalah Allah yang kuasa menciptakan makhluk yang semula tidak ada, atau menghidupkan orang yang tadinya sudah mati." Maka Namruz menjawab: "Kalau begitu, aku pun dapat pula menghidupkan dan mematikan." Maksudnya membiarkan hidup atau tidak membunuh seseorang yang seharusnya ia bunuh; dan ia sanggup mematikan seseorang, yaitu dengan membunuhnya; sedang yang dimaksudkan oleh Ibrahim ialah bahwa Allah swt. menciptakan makhluk hidup yang tadinya belum ada, yaitu dengan menciptakan tu1ang-tulang, daging dan darah, lalu memasukkan ruh ke dalamnya; atau dari sesuatu makhluk yang telah mati, kemudian Allah mengembalikannya menjadi hidup; yaitu pada hari berbangkit kelak. Dan Allah kuasa pula mematikan makhluk yang hidup tidak dengan membunuhnya seperti yang dilakukan oleh manusia, melainkan dengan mengeluarkan ruh makhluk tersebut atau dengan terjadinya hari kiamat kelak. Maka jawaban Namruz yang disebutkan dalam ayat ini adalah olok-olokan belaka, tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Ibrahim a.s.

Oleh karena jawaban Namruz itu tidak ada nilainya, maka Nabi Ibrahim tidak mengindahkan jawaban itu dan ia berpindah kepada suatu hal yang lebih jelas lagi sebagai tantangan kepada Namruz, lalu ia berkata: "Tuhanku (Allah) kuasa menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah olehmu matahari itu dari barat." Namruz tidak dapat menjawab. Sebab itu ia menjadi bungkam tidak berkutik.

Di sini kita lihat perbedaan antara Nabi Ibrahim dan Namruz. Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah yang beriman dan taat kepada-Nya, senantiasa memperoleh petunjuk-Nya, sehingga ia tidak kehilangan akal dan dalil dalam perdebatan itu, dan dalilnya yang terakhir tentang bukti kekuasaan Allah sungguh-sungguh dapat membungkam raja Namruz. Sebaliknya Raja Namruz yang ingkar dan durhaka kepada Allah, benar-benar tidak mendapat petunjuk-Nya, sehingga ia kalah dan tidak dapat berkutik lagi untuk menjawab tantangan Nabi Ibrahim. Itulah akibatnya orang-orang yang mengambil setan sebagai pemimpin dan pelindung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.