Tafsir Surah Al Maidah 75

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah Al-Maidah 75


مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan [433]. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

[433] Maksudnya ialah: bahwa Isa dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya.

Ayat ini menerangkan keistimewaan kedudukan Al-Masih (Isa) dan keistimewaan kedudukan ibunya (Maryam) kemudian menerangkan pula tentang hakikat kepribadian mereka berdua. Keistimewaan Al-Masih ialah dia adalah utusan Allah, tidak ada perbedaannya dengan rasul-rasul yang datang pada masa sebelumnya, karena masing-masing membawa tanda kerasulan dari Allah. Jika Allah menyembuhkan sakit sopak dan menghidupkan orang mati sebagai mukjizat bagi Al-Masih, maka Allah menjadikan ular dan membelah laut sebagai mukjizat bagi Nabi Musa. Jika Al-Masih dijadikan tanpa bapak, maka Nabi Adam dijadikan tanpa ibu dan bapak. Ibu Al-Masih adalah seorang yang sangat mulia dan bertakwa kepada Allah dan kedudukannya hampir sederajat dengan kedudukan rasul.

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Masih adalah seperti rasul-rasul yang lain, yaitu manusia biasa yang mempunyai kebutuhan-kebutuhan jasmani yang antara lain makan makanan untuk menghindari lapar dan menjaga kesehatan untuk kelanjutan hidup. Tiap-tiap orang memerlukan sesuatu, dia adalah makhluk biasa yang karenanya tidak dapat dikatakan Tuhan pencipta dan tidak wajar disembah. Jadi yang wajar dan yang berhak disembah hanyalah Yang Maha Kuasa karena Dia diperlukan pertolongannya. Tiap-tiap yang diperlukan, tentulah dipandang mulia oleh yang memerlukan. Tegasnya penyembah adalah orang yang memandang dirinya sendiri rendah dan hina dari yang disembah. Al-Masih sangat terkenal kuat ibadahnya kepada Allah, jadi Al-Masih menyembah Allah. Ini menunjukkan bahwa Al-Masih itu "bukan Allah" karena Allah adalah yang disembah. Allah itu bebas dari kewajiban menyembah (beribadat). Adalah suatu kebodohan apabila seseorang menyembah kepada orang yang sederajat dengannya baik dalam hakikat kejadian maupun dalam memerlukan pertolongan.

Selanjutnya pada akhir ayat ini, Allah menerangkan kepada Muhammad saw., bagaimana cara-cara Allah menjelaskan kepada Ahli Kitab tentang tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menunjukkan kesesatan pendirian mereka tentang Al-Masih. Kemudian Allah meminta perhatian Nabi Muhammad bagaimana cara-cara Ahli Kitab menolak penjelasan-penjelasan yang telah dikemukakan Allah itu yang menunjukkan bahwa mereka memanglah tidak mempergunakan akal pikiran yang sehat karena mereka terbelenggu oleh taklid buta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.