Tafsir Surah Al Maidah 109

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah Al-Maidah 109


يَوْمَ يَجْمَعُ اللّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُواْ لاَ عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu ?". Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".

Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan, bahwa pada hari kiamat Dia akan mengumpulkan para rasul dan umatnya masing-masing. Hari terjadinya peristiwa itu disebut "Yaumul Mahsyar". Ketika itu Allah swt. akan mengajukan pertanyaan kepada para rasul sebagai berikut, "Apakah jawaban yang kamu terima dari umatmu setelah kamu menyeru mereka kepada agama-Ku?"

Para rasul tentu saja mengetahui jawaban apa yang telah mereka terima dari umatnya masing-masing, dan bagaimana tanggapan mereka terhadap seruan yang telah disampaikan kepada mereka itu, biarpun tidak seluruhnya mereka ketahui. Akan tetapi, para rasul adalah orang yang sangat tinggi budi pekertinya dan amat merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh sebab itu, dengan penuh rasa kehambaannya kepada Allah swt., maka mereka menjawab, "Kami tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib."

Allah swt. menanyakan kepada para rasul itu jawaban apa yang mereka terima dari umat yang telah mereka seru kepada agama-Nya. Dia tidak menanyakan kepada para rasul itu apakah mereka sudah menyampaikan risalah yang ditugaskan kepada mereka, atau belum? Hal ini menunjukkan bahwa para rasul itu benar-benar telah menunaikan tugas mereka dengan baik, yaitu menyampaikan agama Allah kepada umat mereka. Akan tetapi sebagian dari umat itulah yang tidak menerima ajakan dan seruan itu dengan sewajarnya.

Suatu hal lain yang dapat kita pahami pula dari ayat ini ialah bahwa Allah swt. tidak langsung menghadapkan pertanyaan kepada umat-umat dari pada rasul itu, misalnya, "Hai manusia jawaban apakah yang telah kamu berikan kepada rasul-rasul-Ku ketika mereka menyampaikan risalah-Ku kepada kamu sekalian?" Sebaliknya, Allah menghadapkan pertanyan-Nya kepada para rasul-Nya, bukan kepada umat mereka. Hal ini menunjukkan kemurkaan Allah yang amat sangat kepada umat-umat yang telah mengabaikan seruan dan peringatan-peringatan yang telah disampaikan para rasul itu kepada mereka. Maka pertanyaan itu adalah untuk menghardik umat-umat yang durhaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.