Al Maidah 118

💬 : 0 comment

Tafsir Indonesia Depag Surah Al-Maidah 118


إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian Allah swt. dalam ayat ini menerangkan bahwa Isa a.s. menyerahkan sepenuhnya keputusan atas orang-orang Nasrani itu kepada Allah swt. dan beliau melepaskan diri dari tanggung jawab atas perbuatan mereka itu, karena beliau sudah menyampaikan seruannya sesuai dengan perintah Allah yang mengesakan-Nya serta mengkhususkan ibadah kepada-Nya. Allah akan menjatuhkan hukuman kepada mereka menurut kesaksian-Nya. Dialah yang mengetahui siapa di antara mereka yang tetap dalam tauhid dan siapa yang musyrik, siapa pula yang taat dan siapa yang ingkar, siapa yang saleh dan yang fasik. Jika Allah menjatuhkan azab atas mereka, maka azab itu jatuh kepada orang yang memang patut menerima azab. Mereka itu adalah hamba-hamba Allah. Seharusnya mereka itu menyembah Allah tidak menyembah selain Allah. Jika Allah memberikan pengampunan kepada mereka, maka pengampunan itu diberikan-Nya kepada mereka yang patut diberi-Nya yang patut menerimanya. Allah amat Kuasa dan berwenang dalam mengurusi segala perkara, tidak ada orang lain yang turut mengurusinya. Lagi pula Dia Maha Bijaksana dan Seksama dalam menentukan keputusan atas perkara itu. Dialah Yang Maha Mengetahui siapa di antara orang-orang Nasrani itu yang telah menjadi musyrik dan yang masih dalam ketauhidan.

Mereka yang menjadi musyrik tiada ampunan bagi dosa mereka. Firman Allah swt.:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. An Nisa': 48)

Sejak permulaan abad masehi, sudah banyak aliran-aliran dan mazhab-mazhab dalam kepercayaan yang mengandung pokok-pokok agama yang tumbuh di kalangan penganut agama Nasrani. Sehingga banyak perselisihan yang timbul di antara mereka yang menjadi agak ruwet, maka semuanya terserah kepada Allah sepenuhnya. Diazab-Nya orang yang Dia kehendaki, diampuni-Nya pula orang yang Dia kehendaki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar!
Apabila ada penulisan yang salah atau kurang tepat.